Bawaslu Kepri Dorong Generasi Muda Aktif Berkontribusi dalam Konsolidasi Demokrasi melalui Kompetisi Debat
|
Tanjungpinang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Riau menerima audiensi Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN SAR) Kepulauan Riau di Kantor Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).
Audiensi tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus koordinasi antara Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau dan mahasiswa dalam rangka mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan demokrasi, hukum, dan kepemiluan.
Audiensi diterima oleh Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam kesempatan tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam STAIN SAR menyampaikan rencana pelaksanaan Kompetisi Debat Sesi Ke-4 yang akan dikembangkan pada tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Kompetisi tersebut mengusung tema besar “Hukum” dan diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi secara konstruktif, serta meningkatkan pemahaman terhadap berbagai persoalan hukum dan kehidupan demokrasi.
Dalam rencana pelaksanaannya, unsur dewan juri akan melibatkan perwakilan dari Kementerian Hukum, Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, dan pihak kampus. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat menghadirkan perspektif yang beragam sekaligus menjaga kualitas dan objektivitas penilaian dalam kompetisi.
Menanggapi rencana tersebut, Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif mahasiswa STAIN SAR. Bawaslu menilai kegiatan debat merupakan salah satu bentuk positif dari semangat generasi muda untuk mengambil bagian dalam membangun kehidupan demokrasi.
Bawaslu juga menilai kompetisi debat dapat menjadi bagian dari upaya konsolidasi demokrasi, khususnya apabila substansi yang diangkat mampu memberikan edukasi kepada masyarakat serta mendorong mahasiswa memahami persoalan hukum, demokrasi, dan kepemiluan secara kritis.
“Terima kasih atas kunjungannya ke Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau. Kami mengapresiasi semangat anak-anak muda untuk bergerak dan memotivasi generasi muda lainnya melalui kegiatan debat. Ini dapat menjadi bagian dari konsolidasi demokrasi,” disampaikan dalam audiensi.
Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau juga memberikan masukan agar tema dan subtema debat dikemas secara baik, relevan, dan memiliki nilai edukasi. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarmahasiswa, tetapi juga dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat.
“Harapannya, tema yang diangkat dapat dikemas dengan baik sehingga tidak hanya menarik untuk diperdebatkan, tetapi juga mampu memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam STAIN SAR menyampaikan terima kasih atas sambutan, masukan, dan dukungan yang diberikan Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau. Mereka berharap audiensi tersebut menjadi awal dari komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan Bawaslu.
“Terima kasih telah menerima kami dan memberikan masukan terkait pelaksanaan kegiatan debat. Semoga silaturahmi dan komunikasi ini dapat terus berjalan,” ungkap perwakilan mahasiswa.
Audiensi ditutup dengan komitmen untuk terus membangun komunikasi antara Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau dan STAIN SAR, khususnya dalam mendukung kegiatan mahasiswa yang memiliki nilai edukasi dan berkontribusi terhadap penguatan demokrasi di Provinsi Kepulauan Riau.
Melalui kolaborasi dan keterlibatan generasi muda, Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau berharap semakin banyak ruang partisipasi yang dapat mendorong mahasiswa menjadi bagian dari masyarakat yang kritis, sadar hukum, serta aktif dalam mengawal dan memperkuat kehidupan demokrasi.
Penulis Nadar
Foto, Editor by Humas/AC
Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat & humas