Bawaslu Kepri Terima Audiensi KOHATI Tanjungpinang–Bintan, Bahas Kolaborasi Diskusi Kepemiluan Perempuan
|
TANJUNGPINANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Riau menerima kunjungan audiensi dari Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Tanjungpinang–Bintan di kantor Bawaslu Kepri, Kamis (5/3/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana kolaborasi kegiatan diskusi kepemiluan yang menyasar peserta perempuan serta upaya penguatan pengawasan partisipatif dalam demokrasi.
Ketua Umum KOHATI Tanjungpinang–Bintan, Nurjannah, didampingi Kepala Bidang Internal KOHATI Cabang, Adinda Rudat, Nurjannah menyampaikan terima kasih kepada Bawaslu Kepri atas kesediaan menerima kunjungan tersebut.
“Kedatangan kami selain untuk bersilaturahmi juga untuk melakukan audiensi terkait rencana kegiatan diskusi kepemiluan yang akan melibatkan perempuan,” ujar Nurjannah.
Ia menjelaskan, dalam kepengurusan KOHATI Tanjungpinang–Bintan saat ini terdapat enam pengurus yang aktif menjalankan program organisasi. Rencana diskusi tersebut dilatarbelakangi oleh inspirasi dari dua tokoh perempuan yang menjadi penyelenggara pemilu di Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau.
Menurutnya, kegiatan diskusi tersebut diharapkan mampu membuka wawasan perempuan bahwa peran perempuan tidak hanya berada di ranah domestik, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam ruang publik, termasuk dalam isu demokrasi dan kepemiluan.
Awalnya kegiatan direncanakan digelar pada 15 Maret 2026. Namun setelah berdiskusi, sementara disepakati kegiatan akan dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 di Sekretariat HMI dengan target sekitar 50 peserta yang berasal dari keterwakilan perempuan, khususnya organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus serta organisasi lainnya.
KOHATI juga berencana mengundang Bawaslu Kepri sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut, yang juga berkaitan dengan program Ngabuburit Pengawasan yang diinisiasi Bawaslu.
Menanggapi hal itu, Anggota Bawaslu Kepri Maryamah menyambut baik rencana diskusi yang diinisiasi KOHATI. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan program Bawaslu yang membuka ruang dialog dengan berbagai komunitas, termasuk organisasi kepemudaan dan mahasiswa.
“Tema keperempuanan yang diangkat sangat positif. Diskusi seperti ini dapat memperkaya perspektif tentang kepemiluan dan demokrasi, apalagi jika dikaitkan dengan pengalaman Pemilu 2024,” kata Maryamah.
Ia juga menyarankan agar diskusi tidak hanya melibatkan perempuan, tetapi juga laki-laki agar perspektif yang muncul lebih beragam. Selain itu, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan dapat dikembangkan menjadi komunitas penguatan pengawasan partisipatif.
Maryamah juga mendorong KOHATI untuk bersinergi dengan kader Pelopor Pengawasan Partisipatif (P2P) serta alumni program Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) agar edukasi kepemiluan kepada masyarakat dapat berjalan lebih luas.
Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Kepri Rosnawati mengapresiasi inisiatif KOHATI yang tetap kreatif menggagas kegiatan di tengah kondisi efisiensi anggaran. Ia juga menghargai upaya KOHATI mencari dukungan kegiatan.
“Semangat seperti ini perlu terus dijaga. Kegiatan yang fokus pada perempuan diharapkan tidak hanya sekali dilakukan, tetapi bisa berlanjut setelah Lebaran sebagai bagian dari penguatan konsolidasi demokrasi,” ujarnya.
Rosnawati menambahkan, Bawaslu siap memberikan dukungan berupa tenaga dan pemikiran, termasuk menghadirkan narasumber perempuan yang berkiprah di bidang politik dan kepemiluan.
Penulis, editor & foto by Humas/sd
Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas