Kasek Bawaslu Kepri Ikuti Kegiatan Pisah Purnabakti Kasek Bawaslu DIY Melalui Vidcon
|
Kepala Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Riau, Yessi Yunius, S.E., M.Si mengikuti video conference (vidcon) dalam rangka acara pisah purnabakti Kepala Sekretariat Daerah Istimewa Yogyakarta, Mujiono, S.H.,MM. Acara ini dihadiri oleh Dr. Gunawan Suswantoro selaku Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ir. D. Adhi Santoso, M.M selaku Kepala Biro Administrasi Bawaslu RI, beserta seluruh Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi se-Indonesia dan juga dihadiri oleh beberapa Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi pada periode sebelumnya yang dilaksanakan pada Jumat (01/05/2020).
Kegiatan acara tersebut meliputi pembukaan, penyampaian kesan dan pesan, penyerahan bingkisan tali kasih (kenang-kenangan) secara simbolis, pesan dan kesan dari Kepala Sekretariat Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta, sambutan Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, doa, dan yang terakhir adalah “Acara Dari Kita Dan Untuk Kita” yang terdiri dari pembacaan puisi oleh Kepala Sekretariat Panwaslih Provinsi Aceh dan menyanyikan beberapa lagu perpisahan.
Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Dr. Gunawan Suswantoro dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Sekretariat Bawaslu DIY yang telah memasuki masa purnabakti atas jasa dan pengabdiannya kepada negara khususnya di Bawaslu Provinsi DIY.
Selain itu, Gunawan juga mengatakan bahwa, “Tanggal 1 Mei 2020 adalah tanggal yang mengecewakan bagi saya. Karena tanggal 1 Mei 2020 inilah Pak Mujiono selaku Kepala Sekretariat DIY memasuki usia pensiun tetapi kita tidak bisa bertemu langsung seperti apa yang selalu saya agendakan, sudah menjadi budaya kerja kita dimana ketika ada teman kita yang memasuki usia pensiun, akan ada acara dengan tujuan untuk mengakrabkan dan tidak pernah ada yang namanya keluar dari keluarga Bawaslu sehingga masing-masing walaupun sudah memasuki usia pensiun tetap menjadi keluarga Bawaslu dan semangat tetap satu keluarga”, ujarnya.
Gunawan juga mengungkapkan bahwa ada beberapa alasan menulis puisi tentang Raja, “Kenapa saya menulis puisi tentang raja, karena saya mengungkapkan beberapa hal: (1) Raja adalah birokrat sejati karena segala tindak tanduk dalam pekerjaan itu selalu mengutamakan peraturan perundang-undangan, (2) Raja adalah loyalis sejati, (3) Raja adalah seorang pemberani”, ujarnya.
Gunawan mengatakan bahwa Kasek sekarang memiliki peningkatan yang positif, “Saya menganggap Kasek sekarang setelah menduduki eselon 2 ada peningkatan yang positif, saya melihat kekompakan dan kekeluargaan yang tambah luar biasa dan tolong ini dipertahankan”, ujar Gunawan.
Selain itu semua kumpulan puisi dari semua Kasek Bawaslu seluruh Indonesia rencananya oleh Sekjen Bawaslu RI akan dibukukan. Dan juga merencanakan akan melakukan pembuatan buku kecil yang didalamnya berupa kenangan dari seluruh Kasek Bawaslu se-Indonesia, sehingga akan bisa menjadi literasi/pengingat nantinya.
Sekjen juga berharap bahwa pegawai yang telah purnabakti tidak keluar dari grup aplikasi pesan karena grup tersebut disediakan untuk siapapun yang pernah menjadi keluarga besar Bawaslu khususnya pernah menjadi Kasek Bawaslu Provinsi baik yang purna tugas maupun yang pindah.
“Tetap kita bangun kekeluargaan. Ini sebagai bukti bahwa kita adalah 1 (satu) keluarga besar yang siap mendengar, membantu, dan diskusi. Budaya kita jangan pernah kita hilangkan sampai kapanpun. Selamat pensiun kepada Kasek Bawaslu DIY, Mujiono, jangan khawatir dunia ini milik Tuhan. Tuhan akan selalu mengawal kehidupan kita”, tutupnya.
Yessi Yunius, S.E., M.Si selaku Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau dalam acara ini juga berkesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan kepada Mujiono selaku Kasek DIY yang telah memasuki purnabakti.
Dalam kesempatan ini, Yessi menyampaikan kesan dan pesan yang telah dibuatnya khusus untuk purnabakti Kasek DIY. Dimana kesan dan pesan tersebut isinya:
“Purnabakti sebagai PNS adalah proses alamiah yang tidak bisa dihentikan sedetik pun, waktu terus berjalan tanpa disadari dan perjalanan meniti karis sebagai PNS bagi Kasek DIY, Mujiono sudah dipenghujung jalan. Dan kita semua pun para kasek ini juga akan sampai ke ujung jalan itu. Dan mungkin yang lebih duluan akan diantarkan oleh yang belum mencapai masa purnabaktinya. Kasek DIY, Mujiono akan menjalani hari-hari baru, pasti senang sekali menjalani purnabakti, tidak harus masuk kantor lagi, tidak harus menghadapi hal-hal pekerjaan yang memeningkan kepala, sampai membuat kita pica kepala”.
Yessi juga menyampaikan kenangan ketika pertama bergabung dengan Bawaslu, “Kenangan saya yang baru bergabung dengan Kasek DIY, Mujiono sejak 31 Juli 2019. Bagi saya Yogyakarta adalah awal saya memulai karir dimana Sekjen Bawaslu RI meletakkan amanah tersebut sebagai Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau. Disitulah saya baru mengenal Kasek DIY, Mujiono dan semuanya,”ujarnya.
“Disitu saya seperti memasuki dunia baru, yang sebelumnya belum pernah saya rasakan. Satu hal yang paling berkesan di hati saya adalah kentalnya rasa kekeluargaan sehingga sebagaiamana yang saya sampaikan di dalam puisi saya, saya tidak merasa asing ditengah semua Kasek yang sudah senior, bahkan Sekjen Bawaslu RI juga menerima saya seperti keluarga,” tambahnya.
Selain itu, Yessi juga mengatakan kepada Kasek DIY yang juga disebut Raja bahwa, “Raja seperti kata Sekjen Bawaslu RI, Raja adalah satu diantara bintang dari tiga puluh empat bintang. Perjalananmu di Bawaslu mungkin berakhir. Tapi persaudaraan dan kenang-kenangan yang kau tinggalkan di Bawaslu tidak akan mungkin satu pun melupakannya. Kami akan mengingatmu selalu. Mungkin setelah ini, saat Covid-19 sudah berlalu dan sudah ada undangan yang datang kepada kita, pasti akan ada sesuatu yang janggal karena tidak ada lagi kejahilanmu terutama kepada Kasek-Kasek lainnya dan juga tidak adanya lagi gaya berfotomu yang lucu,”ujarnya.
Dalam akhir pesan dan kesan, Yessi menyampaikan, “Saya mengutip puisi Sekjen Bawaslu RI bahwa selalu ada bintang jatuh yang tatkala sinarnya menukik, harapan dinaikkan ke angkasa bersama doa-doa cinta, silaturahmi tidak akan pupus walaupun mata tak saling tatap, persaudaraan tak akan lekang mesti jemari tak lagi merapat. Teruskanlah langkahmu, doa kami semua menyertaimu dan semoga suatu hari nanti kita akan diundang di Jogja dan akan berkumpul kembali dengan Kasek DIY, Mujiono. Selamat menjalani hari-harimu, selamat menjalani cita-cita untuk purnabaktimu,”tutupnya.
Acara pisah purnabakti ini berlangsung dengan perasaan haru, hikmad dan penuh dengan rasa kekeluargaan yang nampak di wajah para Kasek Bawaslu se-Indonesia serta Sekjen dan Kepala Biro Administrasi Bawaslu RI, karena berpisah dengan rekan kerja yang telah memasuki purnabakti.



