Peringatan Nuzulul Qur’an dan Khataman Tadarus Pengawasan Pemilu Tahun 1441 H
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) mengadakan Peringatan Nuzulul Qur’an dan Khataman Tadarus Pengawasan Pemilu yang dilaksanakan pada hari Rabu (20/05/2020). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan Sekretariat Bawaslu RI serta diikuti juga oleh jajaran pimpinan dan Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia, termasuk Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Riau. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para pengawas pemilu dimasa pandemi Covid-19. Kegiatan dibuka dengan tadarus Qur’an dan dilanjutkan dengan arahan pimpinan terkait arah dan kebijakan kerja-kerja pengawasan setelah ditundanya tahapan pilkada tahun 2020 oleh karena pandemi Covid-19 ini.
Ketua Bawaslu RI dan selaku Koodinator Divisi SDM dan Organisasi, Abhan, SH., MH dalam sambutan dan pengarahannya mengucapkan “Selamat atas terselenggaranya kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an dan Khataman Tadarus ini, Ramadhan saat ini tentu banyak hikmah yang bisa kita ambil seperti meningkatkan ketakwaan dan kedisiplinan kita, tetap siap dalam menjalankan kerja-kerja pengawasan setiap tahapan Pilkada yang akan dilaksanakan yang mana kita menunggu KPU tentang pelaksanakan pemilihan yang akan dituangkan di PKPU nantinya”, ujarnya.
Abhan juga menambahkan bahwa “Dengan bersyukur, kejujuran dan kedisiplinan harus di implementasikan dalam kerja-kerja pengawasan agar integritas moral dapat menjadikan Pilkada ini berjalan baik dan adil”, tambah Abhan.
Koodinator Divisi Pengawasan dan Hubal Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, S.Th.I., M.Si mengatakan bahwa “Program sekolah kader pengawasan (SKPP daring) yang dilaksanakan dimasa pandemi ini ada sekitar 4000 peserta calon kader yang tidak jadi ikut dalam pembelajaran dan ini menjadi tantangan bagi Bawaslu agar kedepannya bisa lebih maksimal dalam merekrut para pangawas partisipatif tersebut”, ujarnya.
Afifuddin juga mengatakan bahwa “Dimasa pandemi ini para penggawas harus dapat mengambil hikmah dan kesempatan atas situasi yang terjadi dengan banyak membaca guna meningkatkan pengetahuan kerja-kerja pengawasan yang mana membaca adalah tuntunan sesuai Firman Allah SWT yang pertama dalam Al Qur’an yakni surat Iqra”, ucap Afif.
Fritz Edward Siregar, SH., LL.M PhD selaku Koordinator Divisi Hukum, Humas, dan Data & Informasi Bawaslu RI dalam kesempatan ini menyatakan “Meski dimasa pandemi Covid-19 namun Bawaslu tetap menjalankan fungsi dan tugasnya dengan begitu banyaknya diskusi via video conference yang diadakan bersama antar lembaga, para praktisi dan sivitas akademika dengan berbagai tema diskusi yang mana ini menandakan semangat Bawaslu tetap bergelora dalam mempersiapkan pilkada yang baik dan berkualitas nantinya”, ujarnya.
Melalui video conference ini dalam peringatan Nuzulul Qur’an dan Khataman Tadarus, Rahmat Bagja, SH., LL.M selaku Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu RI turut menyampaikan dan memberi semangat kepada para pengawas pemilu diseluruh Indonesia “Bulan Ramadhan disaat terjadinya pandemi Covid-19 ini tidak mengurangi rasa bahagia dan ketakwaan kita dalam menjalankan kewajiban sebagai muslim dengan berpuasa, membaca Al-Qur’an serta ibadah yang lainnya namun tetap melaksanakan tugas pengawasan”, ujar Bagja.
Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH., MH selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu RI disaat kegiatan berlangsung sedang berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah juga turut memberikan pengarahannya melalui daring. Dalam kesempatan tersebut, Ratna memberikan ucapan selamat kepada muslimin yang sedang melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan dan harapan agar kondisi pandemi yang terjadi saat ini bisa berakhir dengan secepatnya.
Dalam kesempatan ini, Dr. Gunawan Suswantoro selaku Sekretaris Jenderal Bawaslu RI dalam pengarahannya juga mengatakan bahwa “Dimasa pandemi Covid-19 tidak hanya kerja-kerja pengawasan disesuaikan dengan keadaan yang terjadi saat ini melalui aplikasi zoom, namun juga kita harus dapat menahan diri melakukan silahturrahmi dengan cara daring juga agar kita semua tetap sehat dan selamat untuk tetap melaksanakan pilkada nantinya”, ujarnya.
Gunawan juga menambahkan “Kerja-kerja pengawasan yang sekarang ini banyak melalui daring bukan berarti para pengawas tidak turun sama sekali ke lapangan, karena sistem daring tidak menjadi tolak ukur demokrasi yang sedang berjalan karena dengan turun ke lapangan itu memastikan apakah telah sesuai dengan kerja-kerja pengawasan dalam tahapan pilkada yang sebelumnya telah dilakukan via daring”, tambah Gunawan.
Kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an Dan Khataman Tadarus melalui daring ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipandu langsung dari Kantor Sekretariat Jenderal Bawaslu RI.






