Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Kinerja Kelembagaan, Said Abdullah Dahlawi Dorong Sinergi Pengawasan dan Kesekretariatan Bawaslu Karimun

Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, Said Abdullah Dahlawi, S.T., saat menjadi narasumber dalam kegiatan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pengawas dan Kesekretariatan yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Karimun, Senin (2/11/2026), di Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Karimun.

Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, Said Abdullah Dahlawi, S.T., saat menjadi narasumber dalam kegiatan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pengawas dan Kesekretariatan yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Karimun, Senin (2/11/2026), di Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Karimun.

KARIMUN – Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan sinergi antara jajaran pengawasan dengan kesekretariatan menjadi kunci penting dalam meningkatkan kinerja dan efektivitas kelembagaan Bawaslu. Hal tersebut ditegaskan Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, Said Abdullah Dahlawi, S.T., saat menjadi narasumber dalam kegiatan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Pengawas dan Kesekretariatan yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Karimun, Senin (2/11/2026), di Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Karimun.

Dalam kegiatan tersebut, Said Abdullah Dahlawi yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kepri menyampaikan materi bertema Manajemen Pengawas Pemilu dan Kesekretariatan Bawaslu. Ia menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas kelembagaan tidak hanya bergantung pada kewenangan dan regulasi, tetapi juga ditentukan oleh kualitas personel, sistem manajemen yang baik, serta koordinasi yang berjalan efektif di setiap lini organisasi.

Menurut Said, manajemen SDM merupakan proses menyeluruh yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengadaan, pengembangan, penilaian, hingga pemeliharaan sumber daya manusia. Seluruh proses tersebut perlu dikelola secara terarah agar mampu mendukung pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

Ia menjelaskan, SDM pengawas pemilu harus memiliki karakter yang kuat, di antaranya independensi, integritas, profesionalitas, netralitas, dan akuntabilitas. Karakter tersebut menjadi modal utama dalam menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga.

Selain kualitas individu, perencanaan kebutuhan personel juga menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Perencanaan tersebut perlu mempertimbangkan tingkatan kelembagaan, luas wilayah kerja, kompleksitas tahapan pemilu, kondisi geografis dan sosial masyarakat, hingga ketersediaan anggaran.

Said turut menguraikan sejumlah tantangan dalam pengelolaan SDM pengawas pemilu, mulai dari keterbatasan jumlah personel, belum meratanya kompetensi, masa kerja pengawas ad hoc, kompleksitas regulasi, tekanan politik, potensi konflik kepentingan, hingga kondisi geografis dan keterbatasan anggaran. Karena itu, diperlukan pengelolaan SDM yang adaptif, terukur, dan berkelanjutan.

Pada aspek kesekretariatan, ia menegaskan bahwa dukungan administratif dan teknis operasional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pelaksanaan tugas pengawasan. Pengelolaan pegawai harus didasarkan pada analisis jabatan, analisis beban kerja, kebutuhan organisasi, serta penerapan sistem merit yang memperhatikan kualifikasi, kompetensi, potensi, dan kinerja.

Lebih lanjut, Said menyoroti pentingnya membangun hubungan kerja yang harmonis antara unsur pengawasan dan kesekretariatan. Perbedaan persepsi mengenai kewenangan, lemahnya komunikasi, keterlambatan dukungan administrasi dan anggaran, serta belum optimalnya pembagian tugas dapat menjadi hambatan dalam pencapaian kinerja organisasi apabila tidak dikelola dengan baik.

Untuk itu, ia mendorong penguatan sinergi melalui penyusunan rencana kerja bersama, pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas, rapat koordinasi secara berkala, sistem komunikasi terpadu, serta evaluasi kinerja secara bersama. Dengan demikian, setiap unsur organisasi dapat menjalankan fungsi masing-masing secara optimal dan saling mendukung.

Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Karimun, Muhammad Iskandar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kualitas SDM dan tata kelola manajemen organisasi memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan lembaga. Ia juga menekankan bahwa jajaran pengawasan dan kesekretariatan merupakan dua unsur yang memiliki fungsi berbeda, tetapi saling melengkapi dalam mendukung pelaksanaan tugas Bawaslu.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Karimun dan alumni Pengawasan Partisipatif (P2P) Kabupaten Karimun. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan SDM, peningkatan kapasitas personel, serta penguatan koordinasi internal.

Bagi Bawaslu Kepri, penguatan manajemen SDM bukan sekadar upaya meningkatkan kapasitas individu, melainkan bagian dari pembangunan kelembagaan yang profesional, berintegritas, dan akuntabel. Sinergi yang kuat antara unsur pengawasan dan kesekretariatan diharapkan mampu menghadirkan tata kelola organisasi yang semakin efektif dalam menjalankan tugas dan kewenangan pengawasan pemilu.

Penulis Sarah Adharaisa
Foto by Selvy Karimun
Editor by Humas/sd
Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat & humas

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle